Kami masih menunggu Nara saat Brian terdiam sejak pembicara kami sambil menepuk-nepuk punggung Kay. Kemarin Brian katakan kalau aku harus bersikap adil. Tentu aku akan melakukan mulai saat ini dan ia juga harus memahami hatinya sendiri. Aku memang tak mengenal Brian dengan baik tapi, aku ingat semua yang Saga ceritakan tentang Brian. Perihal emosinya, sikapnya yang plin-plan, beberapa hal masih takut ingat dan beberapa aku coba ingat semalam. Nay bahkan tak bisa membantu menentukan siapa yang harus aku pilih ketika aku tanya papi? Nay mengangguk, lalu ketika pilihan berubah menjadi Om Bii dia juga mengangguk. Kata Nay dua-duanya, tapi mana bisa? Namun, dari jawabannya Nay seperti lebih memilih .... Bel berbunyi aku dan Brian berdiri, aku menggendong Kay, Brian membantu saat aku mengguna

