Sabtu pagi ini aku telah berada di makam Saga sendirian. Tak ada Nay atau Kay menemani karena mereka masih tidur pagi ini. Jujur hampir setiap malam belakangan aku kesulitan tidur karena terus memikirkan Saga. Aku banyak berpikir apa keputusan yang aku ambil benar atau salah, apa semua akan baik-baik saja kedepannya? Aku takut membayangkan masa depan. Bagaimana kalau aku kehilangan lagi? Bagaimana kalau ternyata bukan Mas Bumi orangnya? Keraguan yang buat aku menangis semalaman dan aku tak suka ketika aku mulai ragu. Matahari bahkan belum bertahta sepenuhnya saat aku berangkat tadi. Aku semalam tak bisa tidur memikirkan Saga tentang pilihanku, Mas Bumi, anak-anak, banyak yang aku pikirkan hingga buat dadaku terasa sesak. Nalarku mengerti sekali jika memilih Mas Bumi memang pilihan terbaik

