Queenza masih berdiri membeku, menunggu hal buruk terjadi padanya. Jantungnya bergemuruh hingga terasa menyakitkan. Jemarinya mengepal sementara dalam hati menghitung sampai sepuluh, bersiap menghadapi apapun yang akan muncul lalu menyerangnya. Beberapa detik berlalu, bahkan sampai hitungan Queenza mencapai dua puluh, tidak ada apapun yang terjadi. Mendadak semuanya tenang. Suara yang seolah keluar dari langit itu menghilang. Selain siang dan malam yang berdampingan dengan aneh di sana, tak ada hal lain yang terjadi. Queenza masih membeku namun sudah berhenti menghitung sepenuhnya. Sejenak dia melirik sekeliling lalu memutuskan kembali melangkah dengan tenang hendak mengejar Kingsley. Tapi lagi-lagi dirinya tertahan. Dinding kaca tak terlihat itu masih mengurungnya. Apa Kingsley yang mel

