Bab 39. Membuang Masa Lalu

1032 Kata

Pagi belum sepenuhnya datang saat villa itu mulai bergerak. Udara masih dingin, embun masih menempel di kaca-kaca besar yang mengelilingi bangunan megah itu. Namun di dalamnya, suasana sudah jauh dari tenang. Bravy berdiri di ruang tengah dengan ponsel di telinganya. “Iya,” ucapnya singkat. “Semua dokumen sudah siap. Aku mau prosesnya hari ini juga.” Di seberang sana, suara seseorang terdengar samar. Bravy melirik sekilas ke arah tangga yang mengarah ke kamar utama. “Tidak perlu untuk menunggu,” lanjutnya tegas. “Pasang harga sedikit di bawah pasar kalau perlu. Aku mau ini cepat selesai.” Ia menutup telepon tanpa menunggu jawaban lebih lanjut. Langkahnya tenang saat berjalan menuju meja besar di ruang tamu. Di atasnya sudah tersusun beberapa berkas seperti sertifikat, dokumen kepemil

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN