Keesokkan paginya, di kamar Eliza, dia memandangi wajahnya di cermin setelah di rias dan memakai gaun yang sangat cantik. Dia bahagia namun juga menyimpan kesedihan di dalam hatinya, dia tidak percaya jika akhirnya saat dia menikah tanpa ada orang tuanya di sampingnya. Namun tak lama dia menghela nafas panjangnya karena ini hari pernikahannya dan dia tidak ingin merusaknya sendiri dengan pemikiran-pemikirannya. Raut wajahnya berubah menjadi senyuman ketika Amanda masuk dan tersenyum padanya. "Cantik sekali, kau kelihatan sempurna, Sayang." Pujinya karena memang dia mengakui jika Eliza benar-benar cantik. "Mommy juga sangat cantik," ucap Eliza yang akhirnya membuat Amanda tertawa. "Ayo kita ke bawah, calon suamimu sudah tidak sabar untuk menunggumu," ucap Amanda yang di angguki oleh E

