Bab 34

1022 Kata

Keesokkan paginya, Lorenzo terbangun, kepalanya benar-benar berat, tubuhnya merasa remuk dan bahkan wajahnya meraskan berbeda, dia juga merasakan tangannya sangat sakit dan nyeri. Dia membuka matanya dan melihat jika tangannya sudah di perban. Dia sedikit terkejut karena dia sekarnag berada di kamar, dia melihat di sampingnya tidak ada siapapun, pandangannya mencari Eliza dan terkejut karena Eliza tidur dengan meringkuk di atas sofa. Lorenzo mencoba mengingat apa yang sudah terjadi semalam, dan saat sudah mengingatnya, dia mengepalkan tangannya dan memang merasa bidih dan brengsekk karena sempat terbawa suasana dan akn menggauli Eliza, wanita yang sudah menjadi isteinya namun dia yakini sebagai adiknya. Dia melihat ke arah Eliza, matanya membengkak krena sepertinya kebanyakan menangis,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN