Takdir?

2017 Kata

"Alhamdulillah, Nak. Kamu terlepas dari belenggu, ini," ucap Mami memeluk erat tubuh Aina. Sesaat, tubuhnya menegang mendengar berita yang memang sudah sangat dinantikan itu terlontar dari mulut Mami. Aina memejamkan matanya lalu menarik nafas panjang, berusaha menenangkan hatinya yang berkecamuk. Mami melepaskan pelukannya itu lalu memandang wanita hamil di hadapannya itu. Memandang dengan tatapan yang sangat sulit dijelaskan dengan kata-kata. "Aina," panggilnya lembut. Aina membuka matanya dan tatapan mereka bertemu. "Apa kau baik-baik saja? Atau ada yang sakit?" tanya Mami khawatir. Aina tersenyum hangat lalu menggeleng lemah, "Aina baik-baik saja, Mi. Jangan khawatir, karena tidak ada yang sakit." "Lalu, kenapa kau diam saja, Nak?" "Aina hanya terkejut dipeluk tiba-tiba sama Mami,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN