Bab 11 - Selangkah lebih cerdik

1945 Kata

“Kamu pasti lapar, kan?” suara Darren terdengar ringan, nyaris lembut. Ia menoleh sekilas pada Alena yang berjalan di sisinya, masih membawa tas belanjaan Hermès dengan kotak oranye besar yang kini terasa seperti simbol sesuatu yang lebih dari sekadar hadiah. “Ayo kita makan. Kamu mau sushi, steak, atau apa? Sebutkan saja.” Nada santai itu membuat langkah Alena melambat. Kalimat sederhana seperti itu seharusnya tidak membuat hatinya bergetar, tapi anehnya—justru terasa asing. Selama berpacaran dengan Keandre, hampir tidak pernah ada pertanyaan seperti itu. Jika pun ada, hanya karena kebetulan. Tapi dari Papa pacarnya itu… perhatian tersebut datang begitu mudah, nyaris alami. “Om suka sushi?” tanyanya akhirnya, mencoba terdengar biasa saja. Darren tersenyum kecil, menatapnya sekilas. “Ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN