"Sudah, Kak. Aku mual." Ayuna mendorong sendok berisi bubur yang disuapkan oleh Tama. "Ini sudah hari ketiga kamu seperti ini, Ayuna. Kamu yakin nggak mau pergi ke dokter aja?" Desak Tama seraya menyodorkan gelas berisi air putih ke mulut Ayuna. Wanita itu meneguknya beberapa teguk. "Biasanya aku kalau mau datang bulan selalu begini, Kak. Jangan khawatir, mungkin besok aku akan kembali normal seperti biasa." Ayuna tetap mempercayai keyakinannya. Setiap dia akan datang bulan memang merasakan keluhan-keluhan yang berganti-ganti. Mulai dari sakit kepala, pinggang, dan juga perut. Mungkin yang beda kali ini hanya mual. Ayuna belum pernah merasakan tanda-tanda ini selama siklus bulanannya. Bisa dikatakan kalau gejala yang dia rasakan saat ini adalah yang terparah. Ayuna bahkan susah untuk