Hari minggu siang. Soleh memarkir motornya di samping rumah Raka. Hari ini tepat satu bulan sejak Raka menyampaikan niat Fariz untuk menjadikan Soleh menantunya. Pukk Buah jambu air jatuh di atas pundaknya, hal itu sudah biasa. Karena di halaman samping rumah Raka ada pohon jambu air yang seperti tidak pernah berhenti berbuah. Pukk Soleh menangkap jambu yang jatuh di atas bahunya. Tapi bukan jambu air yang ada di dalam genggamannya, melainkan biji jambu air. Soleh mengernyitkan keningnya. 'Masa bijinya bisa jatuh dari atas pohonnya' Penasaran, Soleh mendongakan kepalanya. "Hahahaha... !" Terdengar gelak tawa Cantika dan Arka yang duduk di atas pohon. "Ya Allah Cantika, Arka, turun sayang, nanti jatuh!" Serunya cemas. "Enak di sini Paman Soleh, Paman Soleh mau jambu, nih tangkap!