Bab 8

1128 Kata

Suasana kamar terasa sunyi. Lampu tidur di sudut ruangan memancarkan cahaya temaram, memberikan nuansa tenang namun sarat kecanggungan. Raihan sudah duduk di tepi ranjang, tubuhnya sedikit condong ke belakang sambil menghela napas panjang. Ia hendak berbaring ketika suara pintu kamar mandi terbuka pelan. Laura keluar dengan piyama longgar berwarna pastel. Rambutnya yang setengah basah dibiarkan tergerai hingga bahu. Mata mereka tanpa sengaja bertemu. Laura mendadak canggung, langkahnya melambat sebelum akhirnya memilih duduk di ujung ranjang, menjaga jarak sejauh mungkin dari Raihan. “Kenapa duduk di situ?” tanya Raihan pelan, suaranya lembut tapi terdengar jelas di antara hening malam. “Kamu nggak tidur?” Laura menunduk, memainkan ujung lengannya. “Belum ngantuk,” jawabnya singkat. Ra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN