Abinaya mengetuk pintu dan mengucap salam. Dia tak sabar ingin bertemu istrinya. Sudah tiga hari mereka tak berjumpa. Rasa rindu di d**a kian menyesakkan, melesat menembus sukma. Seperti busur panah yang meninggalkan sakit ketika menghunjam d**a, begitulah rasa rindu kala tak bersua. Hanya saja rindu ini seperti perpaduan beraneka rasa. Antara tak enak, tak nyenyak tidur, selalu kepikiran, tapi di sisi lain juga bahagia setiap menyambut hari yang baru. Karena ia tahu, berganti hari artinya hari pertemuan itu akan segera tiba. Pintu terbuka. Abinaya tersenyum menatap dua mata yang bercahaya menatapnya. Bibirnya menganga dan senyum pun merekah. Tak banyak kata, Abinaya langsung menggendong tubuh istrinya. Mereka saling berpelukan dan berciuman begitu dalam, lama, hangat dan membara dengan s
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


