Hani tertunduk lemas mendengar jawaban dari HRD. Setelah makan siang, dia nekat menghadap dan menyampaikan keinginannya untuk dipindahkan ke divisi lain. Itu juga setelah berbicara lama dengan Maya, atasannya langsung, menyampaikan beberapa argumen yang menguatkan alasan. Tentu saja dia merahasiakan perlakuan Reza selama ini. Malah nanti dia yang dituduh merayu lelaki itu. Hani kembali ke ruangannya dengan tidak bersemangat, duduk di kursi dan mengerjakan laporan yang masih menumpuk. "Hani." Hani menoleh dan seketika menjadi limbung saat melihat setumpuk berkas diletakkan begitu saja di meja kerjanya. Itu berarti dia harus kembali ke ruangan itu lagi. Sejak pagi Hani bersyukur karena tidak ada yang menugaskan. Namun, ternyata dugaannya salah. "Bisa yang lain nggak, Mbak? Saya masih a

