PART. 30 PAHIT +

803 Kata

Di dapur, David mengerjakan apa yang diinginkan Dilla. Lalu menyodorkan hasil olahannya ke hadapan Dilla, yang menungguinya dengan duduk di kursi dapur. "Habiskan!" perintah David. Baru juga satu gigitan roti masuk ke mulut Dilla, Dilla sudah memuntahkannya. "Hooeekk ... hooeekk, enggak enaaak, pasti bikinnya nggak ikhlas, pasti bikinnya sambil ngomel di hati, pahiiitt tahu!" Dilla menatap kesal pada David, air mata turun di pipinya. "Kalau enggak mau bikinin bilang saja, enggak usah sok mau, tapi ngedumel di hati. Nih makan sendiri! Pahit tahu!" cerocos Dilla marah, dengan air mata jatuh menggenangi pipi, karena terlalu kesal pada David. Apa yang dihidangkan David rasanya tidak sesuai dengan apa yang di harapkanya. Rotinya terasa pahit, bahkan s**u coklatnya pun pahit juga. David men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN