ENAM PULUH

1488 Kata

Tengah malam Rian kebingungan karena anaknya sangat rewel saat mereka menginap di rumah orangtua Rian. Satria tidak bisa berhenti menangis sedari tadi. “Ayah, gimana ini?” Rian juga kebingungan ketika Dinda bertanya mengapa anaknya bisa menangis seperti ini. “Nggak tahu, kayaknya dia nggak betah di sini deh.” Dinda sudah mencoba memberikan ASI untuk Satria. tapi malah semakin menjadi dan tidak mau. Bugh bugh bugh bugh “Rian, buka pintunya! Kenapa kamu biarin anak kamu nangis sih.” Rian pun terlihat pucat ketika pintunya digedor oleh mamanya. Dia melirik ke arah Dinda yang kemudian memberikan persetujuan untuk membuka pintu untuk mamanya. Mamanya melihat Dinda yang mencoba memberikan ASI namun Satria tetap menolak. “Sini sama, Nenek.” Mamanya Rian mencoba menenangkan Satria ketik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN