Tuan Muda dan Upik Abu - 67

1190 Kata

“K-kita akan latihan di sini?” tanya Aya seraya menatap ragu. Alfian mengembuskan napas gusar. “Ya iyalah … emang lo mau latihan di tempat lain? Kalo lo mau gue juga bisa booking hotel buat tempat latihan.” Deg. Aya melotot dan menggeleng cepat. Alfian mengulum senyum dan menatap keadaan studio musik milik kenalannya itu. Alat musik yang ada di sana sangat lengkap. Dindingnya juga dilengkapi oleh lapisan kedap suara. Ada banyak sekali alat musik yang membuat mata Aya berbinar. Ia berjalan pelan seraya memandangi satu persatu alat musik itu. Ada gitar, piano, alat musik pukul, dan masih banyak lagi. Aya menyentuh tuts piano perlahan dengan jemarinya. Alfian pun memerhatikan gelagatnya itu. “Lo bisa main piano?” tanya Alfian. Aya berbalik menatapnya. “Nggak?” “Gitar?” “Nggak juga?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN