Suara bel tanda jam istirahat disambut oleh teriakan lega para murid. Mereka langsung berhamburan keluar dari kelas, tak terkecuali Aya. Ia buru-buru memasukkan buku pelajarannya ke dalam tas dan bersiap untuk keluar kelas. Aya mengambil sebuah novel dari dalam tasnya. Ia ingin menghabiskan waktu istirahat dengan membaca novel itu di taman sekolah sembari menyantap bekal makan siang. Hari ini Aya membawa bekal nasi putih dengan lauk tahu, tempe dan ikan asin yang kemudian dibuatkan sambal hijaunya. Tapi tiba-tiba saja… Alfian sudah berdiri di depan mejanya dan menatap sengit. Sosok tuan muda itu menatap arogan seperti biasanya. “A-ada apa?” tanya Aya. Alfian menunjuk gitar yang disandangnya. “Ayo buruan ikut gue! Hari ini adalah latihan terakhir kita.” Eh. Aya menatap bingung. “K-k