Author’s POV Kaisha menangis sesenggukan, sementara sahabat baiknya hanya bisa menatapnya nanar, tak tahu harus bicara apa lagi untuk menghiburnya. Bianca tahu, dari dulu hingga kini perasaan Kaisha tak pernah berubah sedikitpun pada Raynald. Dia sendiri tak habis pikir kenapa Raynald bisa menjalin kedekatan dengan Ghaza. Okeylah kalau mereka memang dijodohkan, setahu Bianca, ayah Raynald memang berteman dengan ayah Ghaza dan mereka terlibat kerjasama proyek. Namun Bianca berpikir, harusnya Raynald dan Ghaza menolak perjodohan itu. “Rasanya sakit banget Bi. Aku tahu aku harusnya bisa lebih ikhlas ngadepin semua ini, tapi aku cuma manusia biasa. Aku tipikal orang yang sangat menghargai komitmen dan aku udah percaya ama Raynald, kalau dia bisa memenuhi janjinya. Tapi dia mengkhianantinya.

