SELAMAT MEMBACA. - - - - - Alea memutuskan untuk tetap di rumah sakit. Ibu dan ayah mertuanya sudah tau jika ternyata Alea yang sudah mendonorkan sebelah ginjalnya pada Dewa. Rani merasa sangat tidak berguna, kenapa dia tidak terpikir untuk mencoba mendonorkan ginjalnya, dia yang jauh lebih pas untuk melakukan itu. Tapi apa? Alea malah lebih sigap untuk melakukannya. Dia tidak salah begitu menyayangi ibu dari cucunya itu. Entah kebaikan apa yang pernah di lakukan Dewa di kehidupan sebelumnya. Mungkin Dewa pernah menyelamatkan satu kerajaan atau satu kaum dengan hati yang ikhlas, sehingga sekarang Tuhan dengan murahnya mengirimkan satu bidadari tak bersayap untuk hidup bersama putranya. Rani memandang teduh wajah Alea yang tertidur di sebelah ranjang Dewa putranya. Ya saat mereka men