Tanganku terus menggulir mouse yang kini berada dipeganganku. Mataku tak hentinya menatap layar monitor terang ini dan bahkan membuat mataku sakit sehingga aku mngusapnya beberapa kali. Jordan dan Harry telah terlelap di sofa dan dikarpet yang sama diruangan ini. Hanya aku yang masih bangun dan mencari informasi lebih lanjut tentang tempat mengerikan itu. Alasan aku giat mencari tempat ini ialah karena aku takut. Takut, akan lebih banyak orang-orang yang terbunuh. Itu merupakan mimpi buruk dijaman modern ini. Aku menyesap kopi hangat yang kubuat beberapa menit lalu, panasnya masih terasa sehingga membakar lidahku sedikit. Setidaknya panas ini membuat mataku semakin kuat untuk tidak jatuh tertidur. Semakin lama, aku semakin menjelajah internet semakin dalam. Hampir semua situs aku buka y

