Hepi reading Gaes.. Btw, aku mengganti judul semua yg berlabel extra part, menjadi bab biasa, ya. . . . "Hunny," suara lembut Agastya memanggil Kayla begitu ia telah mendekat pada bangsal sang istri. Kayla yang tengah mencuri tidur di antara kontraksinya segera membuka mata. "Bunny," sahutnya lirih, air mata seketika mengucur tak tertahankan. "Hey, Hunny, Sayang. Kenapa nangis, ada yang sakit?" Agastya yang bingung mengusap-usap perut besar Kayla. "Sakit terus dari tengah malam tadi, Bunny." Rajuknya manja. "Kata dokternya kenapa?" "Katanya memang begitu, kontraksi kalau mau lahiran." Kayla menarik lengan Agastya. "Bantu aku miring, pegel." Kayla yang sedari pagi menampilkan kemandirian dan ketangguhannya, berubah manja begitu ada Agastya di sampingnya. "Eh, Papanya sudah

