"Hun, masakan kamu, mana?" Agastya bertanya pada Kayla saat semua telah kumpul di meja makan, bersiap untuk memulai makan siang. "Ada di lemari." Kayla menjawab sambil berbisik. "Kok gak dikeluarkan? Mas mau." "Ck, gak nyambung lah. Steak ama ikan tauco." Kayla memutar matanya. "Kalau udah masuk perut, gak ada bedanya. Bawa sini!" perintah Agastya. Berat hati ia beranjak menuju dapur, mengambil ikan tauco dan tumis bayam masakannya tadi. 'Menu rakyāt jelāta, bersanding dengan menu orang kaya. Selamat ya, lu, ikan, naik kasta!' Kayla bermonolog sambil terkikik pelan. Menghidangkan masakannya di atas meja, bersama steak dan teman-temannya, Kayla pasrah saja kalau tak ada yang menyentuhnya kecuali sang suami, yang itu pun mungkin hanya untuk menyenangkan hatinya saja. Tapi dugaannya s

