"Atau kita kasi tau ke Pak Agastya aja, gimana?" Wulan memberi pilihan. Lani kembali menarik napas panjang. "Berani gak, ya, gue?" Ia meremas-remas tangannya yang tiba-tiba terasa berkeringat. "Lan, kalau Pak Aga duluan tau, paling tidak, dia bisa cari jalan keluar secepatnya. Atau setidaknya, Pak Aga bisa meyakinkan Kayla sebelum Kayla sempat berpikiran macam-macam." Bujuk Wulan. "Aduuh, Ul, baru ngebayangin cara ngomongnya aja, udah keringet dingin, gue." --- Aulia setengah berlari memasuki lobby gedung Pramadana Corp. Menahan diri agar tak gemetar karena marah dan kesal. Siapa yang tega-teganya melakukan ini padanya. Kepalanya pun sudah berdenyut sakit. Sekitar empatpuluh lima menit yang lalu, maminya mengomelinya habis-habisan karena menemukan berita memalukan di salah satu po

