21. Sakit

1378 Kata

Mobil Agastya telah berhenti tepat di depan pagar rumah Kayla. Sesaat sebelum Agastya akan membangunkan Kayla dari tidurnya, ia merapikan helaian rambut Kayla yang menjuntai ke wajah dan terkesiap saat menyentuh keningnya. Panas. Kayla demam. Agastya berdecak kesal, tak habis pikir. 'Apa yang dialami gadis ini hingga kehujan, kedinginan dan berakhir demam begini?' batinnya kesal. Agastya mengetuk pintu rumah Kayla sambil melirik jam tangannya, pukul 22.50 . Semoga saja Enda belum tidur. Lima menit menunggu, namun tak ada jawaban dari dalam rumah. Memang hanya lampu teras dan halaman yang menyala, namun di dalam rumah tampak gelap. Meyakini Enda tak berada di rumah, Agastya memutuskan membawa Kayla kembali ke Apartemennya. Bisa saja ia membangunkan Kayla dan memintanya membuka pintu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN