"Kay!" Suara itu, Kayla sudah tanda dengan suara itu. Suara yang sudah ia hindari selama satu bulan belakangan ini. Kayla tak menyangka pria itu akan menemuinya di jam pulang kerja seperti ini. Kayla tengah menunggu taksi online pesanannya. Agastya sedang meeting di salah satu kantor cabang yang belum pasti selesainya jam berapa, sehingga hari ini Kayla memutuskan untuk pulang sendiri. Dengan berat hati Kayla menoleh ke arah suara yang memanggilnya dan memasang wajah seolah-olah tak menduga. "Loh, Pak Kaivan? Tumben di sini?" "Iya, tadi ada urusan dengan direktur lantai empat, perusahaan mereka berencana lelang beberapa barang inventaris bergerak mereka. Jadi ya, ngebahas itu tadi. Kamu mau pulang?" "Iya, Pak. Lagi nunggu taksi online, sepuluh menitan lagi katanya, lagi macet di p

