hepi reading gaes. jangan lupa follow akunku Siera76 dan masukin Maaf, Aku Memilih Dia! ke library ya. . . Bam! Suara pintu dibanting keras terdengar dari ruang keluarga. Amartya memejamkan matanya menahan emosi. Elnara selalu saja seperti ini jika sedang marah. Mengamuk, membanting pintu ataupun barang-barang yang berada di dekatnya itu merupakan hal biasa. Lima bulan belakangan ini kebiasaannya itu tampak semakin menjadi-jadi. Bahkan dalam tiga bulan ini sudah tiga kali juga Amartya membelikannya ponsel baru karena yang lama rusak dibanting. Amartya tak tahu apa alasan Elnara marah kali ini, sepulang dari menemani Danti dan Agastya melihat rumah di Kemang, Elnara total tak bersuara. Menikah sepuluh tahun dengan Elnara membuat Amartya sudah sangat-sangat mengenal sifat baik dan b

