Hepi reading, cek typo ^_^ . . "Ya ampun, Bu! Jadi lo nyambung jadi dua bulan nih, cutinya?" Lani memutar matanya. "Majikan lo nawarin gue hanimun, masa gue tolak." Kayla terkekeh senang melihat reaksi Lani. "Masalahnya, gue jadi harus berurusan langsung ama Pak Amar, itu yang bikin gue insecure." "Bukannya Pak Amartya sebelas dua belas ama Pak Agastya, ya?" Wulan menatap Kayla dan Lani bergantian. "Pak Aga sejak menikah, agak berubah sih, menurutku. Rada soft gitu. Sementara Pak Amar, kan, justru lagi ditinggal istri. Apa gak tegangan tinggi terus, tuh, bawaannya?" Lani menoleh pada Wulan sambil memasang wajah terkikik pelan takut kedengaran oleh yang punya nama. "Bisa-bisa gue jadi samsaknya." Kayla dan Wulan turut tertawa geli mendengar protes Lani. "Gak mungkin lah. Itu kan pik

