31. Menunggu Resmi

1346 Kata

"Anak Ganteng, ayo, bangun ...." Jill berbisik di telinga Jourell sambil mengusap kepalanya. Pagi-pagi sekali ia sengaja turun ke lantai tujuh dan mendatangi tempat Kai, karena ini adalah hari spesial untuk bocah mungil kesayangannya.           Jourell menggeliat sedikit, namun matanya tetap terpejam.           "Ayo, dong ...," bisik Jill lagi. Kini digelitikinya pipi Jourell, kemudian menarik-narik pelan guling yang tengah dipeluk oleh bocah itu.           Jourell terlihat terganggu, namun tetap belum ingin membuka matanya. Ia malah mempererat pelukan pada gulingnya.           Jill tersenyum geli melihat tingkah Jourell. "Katanya ada yang mau ke sekolah diantar sama Mami," godanya.           Kata sekolah sepertinya cukup mujarab untuk membangunkan Jourell. Ia memang sudah menunggu-nu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN