"Gila! Sinting!" Domi yang tengah bersantai di sofa apartemen Luna tiba-tiba menjerit dan melompat berdiri. "Apaan, sih?" tanya Luna sebal. "Tumpah semua itu jadinya!" Domi tidak memedulikan kantong keripik yang terguling ke lantai bersama isinya yang turut berserakan. Ia berjalan tergesa ke arah Luna yang sedang memasak mie instan. Disodorkannya ponselnya ke depan Luna. "Liat, nih!" Satu detik. Dua detik. Mata Luna semakin melebar. Kemudian ia berseru sama histerisnya dengan Domi tadi. "Anjir!" "Apa-apaan coba ini Bocah!" Domi terus saja memelototi layar ponselnya. "Kaga ada cerita-cerita sama kita, tau-tau udah dilamar aja." "Nggak bisa dibiarin. Harus disidang dia!" sembur Luna berapi-api. "Setuju!" Wajah Domi terlihat sangat galak ketika mengatakannya. "Kapan dia kosong?"

