45. Mengikat Janji

1737 Kata

"Eh, ada calon anak! Ngapain lo di sini?" sambut Domi jail begitu melihat Luna melangkah masuk ke kamar hotel yang Jill tempati. "Nape lo? Suka-suka gue kali," balas Luna ketus. Ia berjalan santai menuju sofa, duduk di sebelah kiri Jill sementara Domi duduk di sebelah kanan sang calon pengantin. Tangan Domi terjulur dari belakang kepala Jill untuk menjawil telinga Luna. "Ini tuh acara kumpul-kumpul buat para perawan. Yang udah kaga, dilarang nangkring di sini." "Kayak lo masih perawan aja!" sahut Luna kesal sambil menepis tangan Domi. "Eh, kalo soal gue masih perawan apa kaga, lo pade kaga ada yang bisa buktiin. Yang bisa buktiin cuman bokap lo, tau!" Domi tergelak penuh kemenangan. Sementara Luna langsung melotot sempurna mendengar sang ayah dibawa-bawa dalam hal ini. Belum pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN