"Jill, lo yakin mau masuk?" Luna menahan tangan Jill ketika mereka sudah memasuki lobi hotel tempat acara akan diadakan. Sejak Jill menunjukkan undangan yang diterimanya dan meminta Luna menemaninya, Luna sudah ragu. "Yakin, Lu. Kenapa?" tanya Jill santai. "Gue takut lo nggak kuat," jawab Luna terus terang. "Aku kuat, Lu. Aku udah jauh lebih kuat sekarang. Kamu tenang aja, ya?" ujar Jill meyakinkan. "Janji lo jangan aneh-aneh, ya? Jangan macem-macem. Jangan kenapa-napa," cecar Luna. Jill tersenyum manis. "Iya, Lu." "Cukup Domi aja yang bikin gue sakit kepala, lo jangan," desah Luna sedih. "Gue bisa gila kalo sampe lo juga kenapa-napa sambil Domi belum sadar-sadar juga." "Iya, Luna Sayang. Aku janji." Dirangkulnya bahu Luna penuh sayang. Ia sangat paham dengan kekhawatiran Lun

