"Ada urusan apa datang ke sini?" tanya Lien dengan nada ketus dan pedas. Belum lagi tatapan matanya yang tajam dan jelas-jelas menunjukkan ketidaksukaan pada lawan bicaranya. Jill sama sekali tidak tersinggung mendapat tanggapan tidak bersahabat dari Lien. Ia sadar posisinya. Ia memang salah. "Saya ingin bertemu dengan Jou, Mbak." "Untuk apa?" tanya Lien lagi dengan sinis. "Lien ...," tegur Kai. Ia bisa saja langsung membawa Jill naik ke kamar Jourell, tapi ia menghargai kakak iparnya ini. "Apa tujuan kamu menemui Jou?" Lien kembali bertanya pada Jill tanpa mengindahkan teguran Kai. "Saya kangen Jou, Mbak," jawab Jill tulus. "Kalau kamu datang hanya untuk pergi lagi, lebih baik tidak perlu," ujarnya dingin. "..." Jill tidak gentar dengan sikap penuh penolakan dari Lien. Ia su

