6

1976 Kata
"Paman, jangan! Baiklah. Aku penuhi semua kemauan Paman. " Kata Nova yang memilih menyerah, membuat Sam tersenyum puas. "Ini semua gara-gara kejadian malam itu. Andai saja malam itu tidak pernah terjadi, Paman Sam tidak mengambil gambar itu, Paman Sam pasti tidak bisa mengancam ku, dan aku juga tidak merasa terancam seperti ini. "Gumam Nova yang benar-benar merasa terancam, hingga membuat Nova berdiam tanpa memberi jawaban pastinya terhadap Sam, hingga Sam harus memberikan kesabaran yang lebih lagi agar ia bisa menunggu Apa keputusan Nova mengenai kerjasama yang ia ajukan. "Apa tidak ada kerjasama lain selain itu? kerjasama macam Apa itu Paman? ini bukan kerjasama, tapi ini sebuah pemanfaatan saja. Paman sengaja mau memanfaatkan keadaan biar paman bisa mengancamku . "Kata Nova yang membuat Sam tersenyum, lalu Sam memberitahu pada Nova, kalau Iya bisa saja mengirim gambar itu pada Dion saat itu juga, tapi karena di tahan oleh Nova, akhirnya Sam tidak jadi mengirim gambar tersebut. Mendengar ancaman tersebut, Nova tidak punya pilihan lain selain menyetujui kerjasama yang diajukan oleh Sam, karena Nova tidak ingin pernikahan yang baru Iya bangun dengan Dion langsung hancur begitu saja tanpa ia lalui terlebih dahulu . Nova masih belum mencicipi Bagaimana nikmatnya menjalani rumah tangga dengan Dion, rumah tangga yang ia impikan selama pacaran dengan Dion, hingga mau tidak mau Nova terpaksa menuruti kemauan Sam, untuk berbagi ranjang. sebenarnya Nova juga tidak ingin berbagi ranjang dengan samkoma tapi karena Nova masih belum siap untuk berpisah dengan Dion dan belum siap diceraikan oleh Dion, karena Nova yakin, Dion akan lebih percaya dengan gambar yang akan diberikan Sam dibandingkan dengan penjelasan darinya. " Bagaimana Sayang? Kalau memang kamu tidak setuju, Kamu bisa mengatakan langsung agar aku tidak perlu buang-buang waktu. "Ujar Sam yang sengaja mendesak Nova, hingga Sam mencoba untuk memperlihatkan ponselnya yang ingin mengirim gambar leher Nova yang ada tanda merah, ditambah disana juga ada dirinya juga, sengaja ingin mendesak Nova agar Nova tidak terlalu larut dalam pikirannya atau tidak perlu berpikir panjang, hingga memberi keputusan singkat, dan keputusan singkat Nova sudah pasti akan memberi keuntungan besar terhadap Sam. " Baiklah. Aku setuju. Tapi Paman harus berjanji agar Paman tidak menyebarkan gambar itu. "ujar Nova menyetujui kerjasama yang diajukan oleh Sam, dan tentu saja itu karena desakan dari Sam, karena sebenarnya Nova juga tidak ingin terlibat kerjasama apapun dengan Sam. " Ini jawaban yang aku tunggu sayang. "ujar Sam Seraya mencubit gemas dagu Nova, yang langsung mendapat tepisan kasar dari Nova, merasa begitu sangat benci terhadap Paman Sam. "Aku tidak Sudi disentuh Paman Sam." ujar Nova yang membuat Sam langsung tertawa. "Sekarang kau bilang tidak Sudi, dan Aku bersumpah setelah ini kau bilang akan rindu sentuhanku. "ujar Sam dengan penuh kepercayaan, yang membuat Nova kembali menghina Sam. " Aku tidak tahu sebenarnya hati Paman ini terbuat dari iblis Seperti apa, Kenapa Paman bisa sekejam itu terhadap keponakan Paman sendiri. Padahal Dion keponakan Paman sendiri, tapi kenapa Paman merebut istri dari keponakan Paman sendiri demi ego Paman, demi Obsesi paman. " Mendengar ucapan Nova, Sam langsung Menjepit kedua pipi Nova dengan cukup kuat namun tetap berusaha untuk tidak menyakiti Nova. " Aku merebutmu dari Dion bukan karena terobsesi terhadapmu, tapi karena aku mencintaimu. Cinta yang aku miliki sangat besar terhadapmu, dan ini tidak bisa dikategorikan sebagai Obsesi, karena aku tulus mencintaimu. "Dengan penuh ketegasan, Sam menegaskan kalau dirinya mencintai Nova, bukan karena terobsesi, tapi memang cinta yang sebenarnya, yang dengan cepat Nova langsung melepaskan tangan Sam dari dagunya secara kasar, serta tatapan yang terlihat begitu sangat sinis dari Nova. "Aku tidak pernah percaya dengan kata-kata cinta dari Paman Sam, karena selama ini orang yang mencintaiku dan orang yang aku cintai, itu hanyalah Dion. Paman Sam datang hanya menjadi duri di antara kebahagiaan kami." Ujar Nova yang secara tidak langsung ia mengutarakan unek-uneknya terhadap Sam, namun Sam tidak peduli, karena yang terpenting ia bisa berhasil memiliki Nova seperti harapannya. " Sudahlah. Kalau memang kamu sudah menentukan keputusannya, kamu tidak bisa lagi mundur. Aku mau setiap hari ganti sprei, karena aku tidak ingin sewaktu-waktu Dion pulang, dan langsung menjadi penikmat ranjang ini. Jadi setiap hari sprei ini harus diganti. "Kata Sam sebelum keluar dari kamar Nova memberitahu Nova agar Nova mengganti sprei di kamarnya setiap hari, membuat Nova yang mendengarnya langsung mengepalkan tangannya kuat, menahan emosi dan mencoba untuk mengendalikan diri agar tidak lepas kendali dan melampiaskan kemarahannya terhadap Sam saat itu juga. Sam keluar dari kamar Nova setelah memberi peringatan pada Nova, dan kali ini Sam merasa sangat puas mendapatkan keputusan dari Nova, dan Sam akan menunggu Kapan Tiba Waktunya ia bisa memiliki Nova sepenuhnya. Setelah kepergian Sam, Nova Langsung melempar bed cover yang ada di dekatnya, bahkan sampai menarik sprei yang ada di ranjang itu yang masih rapi, hingga sprei itu tergeletak di lantai karena Nova tidak punya pelampiasan lain untuk melampiaskan kemarahannya selain dengan membuat kamarnya berantakan. Di saat Sam berusaha keras untuk menjadikan Nova sebagai miliknya, Sama halnya dengan Nova yang juga berusaha keras untuk menghentikan apa yang akan dilakukan oleh Sam, agar Sam tidak bisa merebut dirinya dari Dion, karena Nova tahu, kalau Sam hanya terobsesi terhadap dirinya. padahal kenyataannya, Sam memang begitu sangat mencintai Nova, bukan terobsesi seperti yang dikatakan oleh Nova, karena sebelum mengutarakan perasaannya pada Nova, sebelumnya Sam juga sudah berusaha untuk menghapus perasaannya terhadap Nova, bahkan berusaha untuk menghindari pandangannya dari Nova, agar ia bisa menghindari perasaan yang seharusnya tidak tumbuh. namun pada kenyataannya cinta yang dimiliki Sam terhadap Nova semakin besar, dan bahkan semakin tidak bisa mengendalikan dirinya saat melihat Nova, itu karena Sam benar-benar mencintai Nova, bukan hanya sebatas terobsesi saja. memang Sam akui, kalau Nova memang begitu sangat cantik, bahkan banyak gigilahi oleh para pria di luaran sana, dan dicintai Nova merupakan suatu keberuntungan seperti yang dirasakan oleh Dion. Begitu pun juga dengan Sam, dimana Sam begitu sangat menggilai Nova, itu bukan hanya karena Nova cantik dan memiliki tubuh yang sempurna, tapi karena Sam memang benar-benar mencintai Nova, hingga Sam tidak peduli meski Dion memiliki 1000 keberuntungan karena dapat dicintai oleh Nova, karena Sam sendiri juga mencintai Nova, dan Sam akan berusaha membuat cinta Nova yang awalnya tidak bisa diukur dengan apapun besarnya cinta Nova terhadap Dion, akan dijadikan sebesar cinta Nova terhadap Dion itu menjadi cinta terhadap dirinya, hingga ia benar-benar bisa mengikat Nova dengan sebuah pernikahan yang sesungguhnya, bukan hanya pernikahan paksaan. Nova tidak berhenti melamun di kamarnya, memikirkan cara bagaimana ia bisa mempertahankan pernikahannya dengan Dion, tanpa harus terlibat kerjasama dengan Sam. Sampai saat ini Nova masih mengharapkan Dion untuk menjadi suami yang abadi untuk dirinya meski Nova tahu sekarang dirinya punya kelemahan dari gambar itu, tapi nova tetap berharap akan ada jalan untuk mempertahankan pernikahannya dengan Dion. Bagaimana Nova tidak merasa terancam, Dion begitu sangat mempercayai Sam, otomatis jika Sam mengatakan kalau dirinya sudah di sentuh, Dion pasti akan mempercayai setiap kalimat Sam, dan sudah pasti dirinya akan di ceraikan oleh Sam, karena Nova sadar, laki-laki Mana yang mau menerima istri yang sudah dinikmati oleh pria lain, apalagi di saat dirinya sudah menjadi status sebagai seorang istri, bukan Sebelum menjadi seorang istri. Sebagai seorang suami tidak terima, begitupun juga dengan Dion, sebesar apapun rasa cinta dia terhadap dirinya, kalau dia tahu dirinya sudah tidak perawan lagi, dan yang membuat tidak perawan itu adalah pamannya sendiri, pasti Dion akan melepaskan dirinya juga untuk pamannya Nova masih sadar, kalau di dunia ini seorang perempuan tidak hanya ada dirinya seorang, masih ada banyak perempuan yang sempurna bahkan melebihi dirinya di dunia ini, hingga menurut Nova, dia tidak akan mempertahankan dirinya sebagai istri Dion, kalau tahu pamannya telah menikmati tubuhnya, meski semua itu hanya fitnah, tapi Dion pasti akan percaya pada Sam, terkecuali Sam sendiri yang mengatakan yang sebenarnya kalau semua itu hanya rencana Sam saja. Makanya Nova tidak ingin Dion tau tentang gambar itu, meski kenyataan tidak seperti yang ada di gambar, tapi Nova yakin Dion akan mempercayai nya. apa yang terjadi yang sebenarnya, nova lebih memilih pasrah pada Sam, karena Nova masih belum siap untuk kehilangan Dion. Namun meski Nova belum siap untuk kehilangan Dion, bukan berarti Nova ingin hidup dalam kebohongan, hanya saja, Nova terlalu takut untuk mengatakan pada Dion, takut Dion tidak akan percaya terhadap dirinya. Nova memilih untuk mengikuti apapun yang menjadi kemauan Sam, agar Sam tidak mengatakan hal yang tidak-tidak pada Dion. Hampir 1 bulan Dion tidak pulang, dan Nova sudah tidak sabar menunggu kepulangan Dion, hingga Nova yang sudah merasa lelah hidup Satu Atap dengan paman dari suaminya itu, langsung mengancam Dion untuk segera pulang. " sayang, kamu kapan pulang? Apa kamu tidak merindukan aku? sejak kita menikah, kita belum pernah hidup bersama, hidup Satu Atap, yang ada aku seperti menikahi pamanmu sendiri karena aku Satu Atap dengan pamanmu. kalau memang kamu tidak mau pulang, lebih baik kita cerai saja! "ujar Nova dengan begitu lantangnya, mengancam Dion agar pulang, karena Nova sudah merasa lelah terus bersabar menunggu kepulangan Dion namun tidak kunjung pulang. "sayang, kamu tahu kan seperti Apa kerjaan aku. Aku bukannya tidak sayang sama kamu, Bukannya aku tidak merindukan kamu, dan bukan apapun yang menjadi tuduhan kamu, aku murni benar-benar bekerja. Aku berjanji, setelah ini aku akan pulang, dan kita hidup bersama. "ujar Dion yang lagi-lagi meminta pengertian Nova, agar Nova tidak memaksa dirinya untuk pulang, dan seperti biasa, saat Nova memaksa Dion untuk pulang dan Dion hanya bisa mengatakan kata-kata manisnya untuk membujuk Nova agar terus bersabar menunggu ia pulang. " Selalu itu yang kamu katakan setiap aku menyuruhmu pulang. Sebenarnya Suamiku itu kamu atau Paman kamu sih! " ujar Nova dengan nada yang mulai naik beberapa oktaf, karena Nova benar-benar sudah kehabisan kesabaran yang selama ini ia tahan demi memberi pengertian akan kesibukan Dion karena pekerjaan. "Ya kan aku kerja, Sayang, "kata Dion dengan nada lemahnya. "Kalau begitu berhenti bekerja. Cari kerjaan lain! "dengan penuh ketegasan, Nova meminta Dion untuk berhenti bekerja, hingga membuat Dion Langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa pamit, karena menurut Dion, lebih baik diakhiri dulu pembicaraan mereka agar tidak semakin memanas. Sayangnya tindakan Dion malah semakin membuat Nova marah, hingga Nova melempar ponselnya ke sembarang arah, dan ternyata ponsel itu tidak bisa di selamatkan. Sam bukannya tidak tau kalau Nova baru saja bertengkar dengan Dion, tapi Sam memilih diam saja. Sam masuk ke kamar Nova dan pura-pura tidak tau kalau Nova baru saja bertengkar dengan Dion. Karena mereka sudah sepakat untuk menjalin kerja sama yang seharusnya kerjasama itu tidak pernah terjadi, akhirnya Nova diam saja saat melihat Sam masuk ke dalam kamarnya. andai saja tidak terlibat kerjasama apapun dengan Sam, otomatis Nova sudah melarang Sam untuk masuk ke dalam kamarnya, dan sudah pasti Nova akan terkejut melihat kedatangan Sam ke kamarnya. tapi karena Nova sudah tahu kalau Sam akan datang ke kamarnya kapan pun Sam mau, jadi Nova tidak terkejut lagi jika Sam akan datang ke kamarnya. " Mulai saat ini aku tidak mau melihat kamu menganggur! "ujar Sam dengan penuh ketegasan. " Apa maksud Paman? "tanya Nova karena memang Nova tidak mengerti. " Kau harus ikut aku kerja di kantor. Aku tidak butuh karyawan apapun, kamu cukup jadi asisten pribadiku. "ujar Sam meminta Nova untuk bekerja di perusahaannya. "Aku tidak bisa. Dion melarangku untuk bekerja. jadi aku akan tetap di rumah. "kata Nova "Di sini aku yang berkuasa, Sayang. Baik atas rumah ini, ataupun atas dirimu. "Dengan penuh penegasan, Sam memperingati Nova soal kekuasannya, membuat Nova bungkam. Sam mendekati Nova, dan Nova mulai khawatir, takut kalau Sam akan melakukan hal yang tidak diinginkan. "Baiklah, Paman. Aku akan bekerja sesuai dengan printahmu, "Nova memilih menyerah demi mencari aman, agar Sam tidak melakukan apapun terhadap dirinya. Jadi Nova memilih Nurut apa kata Sam, jika Sam meminta dirinya untuk bekerja, Maka Nova akan bekerja, Karena Nova juga Tidak perlu takut soal pekerjaan karena Nova sudah pengalaman dalam bekerja. "Paman mau apa? "tanya Nova terkejut saat tangan Sam mulai menyentuh kakinya, dan memberi sentuhan lembut yang berhasil memancing hal yang tidak diinginkan oleh Nova, bahkan Nova mulai gemetaran. "Jangan menolak jika aku menginginkanmu...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN