" inikah pekerjaan yang diinginkan paman. Inikah yang namanya urusan yang begitu sangat penting bagi paman, bertemu dengan seorang wanita, berpelukan dengan seorang wanita, bahkan lebih mendahulukan wanita lain dibandingkan aku yang statusnya sudah jelas istrinya, bahkan menolak untuk makan di rumah hanya demi wanita itu. benar-benar sangat tega. " gumam Nova dengan nada bergetar karena menahan tangis, meski air mata Nova mulai menetes membasahi wajah cantiknya, tapi sebisa mungkin Nova tetap berusaha untuk menahannya meski pada akhirnya ia tetap gagal, karena air matanya sudah membanjiri wajah cantiknya, hingga Sebesar apapun Nova menahan tangisnya, ia tetaplah menangis saat melihat pria yang statusnya sudah menjadi suaminya berpelukan dengan wanita lain, terlebih wanita itu terlihat begi

