Siasat Madam

2353 Kata

     Dira mengangkat tangan kanannya di udara, mama muda itu mengepalkan jemari tangannya. “Kamu berani berangkat kuliah aku mutilasi, Pah.” ancam Dira, di depan kedua jagoannya yang sudah seperti satpam.                 “Yang, ini aku ada ujian lho, Yang.” Dipta turun lagi dari mobilnya. Berlari menghampiri sang istri yang masih memakai daster kebesaran dengan perut yang besar pula, nafas istrinya terengah-engah, terlihat emosi sekali, bagaimana Dipta tidak lari turun kalau melihat situasi semenegangkan itu.                 “Muaci, muaci, Ma muaci Papah.” Mutilasi, mutilasi, Ma mutilasi Papah, Michell menirukan gaya mamanya yang mengepalkan tangannya di udara tadi. Mukanya dibuat-buat menjadi semenyeramkan mungkin. Membuat Mbak Ani tertawa kecil melihat kelakuan anak majikannya. Marchel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN