BAB 70. Teguran Bina

1601 Kata

Keichi sudah menangis sesenggukkan sejak beberapa menit lalu sambil memeluk erat leher Miko saat laki-laki itu berpamitan hendak pulang ke Indonesia sebentar. Bina sudah membujuknya dengan berbagai cara tapi putranya tetap tidak mau melepaskan leher Miko. “Kita beli es krim yuk! Ayok kita makan es krim sama Mom.” Ucap Miko lembut sambil mengusap-usap pelan punggung putranya yang masih menangis. Bina tersenyum, diam-diam memuji kesabaran Miko menghadapi putranya yang tukang mengamuk itu. “Papa nggak boleh pergi.” Ucap anak itu kembali menangis lagi. Napasnya sudah terdengar sesak, Miko tidak tega. “Papa perginya sebentar doang sayang, dua hari doang. Nanti papa ke sini lagi jemput Keichi di sekolah, terus kalau Kei libur kita jalan-jalan bertiga sama mom kan? Kaya yang kita bicarakan sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN