Beberapa menit kemudian Naima keluar dari kamar mandi, mengeringkan rambutnya dengan handuk, dan memakai pakaiannya tergesa-gesa. Rangga hanya mengamati kecantikan istrinya itu. Sangat menggelikan memang, wanita yang begitu berwibawa itu kelabakan setelah mendapatkan telpon mendadak. "Benar kata orang." Rangga meluruskan kakinya. Bersandar di kepala tempat tidur. "Orang mana?" tanya Naima. Dia memoles wajahnya asal. Demi apa pun, dia buru-buru. Konsentrasinya pecah luar biasa. "Kata teman-temanku, wanita berjilbab dan menutup aurat itu membuat laki-laki penasaran. Kami jadi berpikir, betapa berharganya kulit yang disembunyikan itu dan tak terkena cahaya matahari." "Oh ya?" Naima menanggapi asal. Pemikirannya sudah sampai di kampus. "Aku sudah membuktikan sendiri, betapa halusnya kulit