"Bagaimana kau tahu tentang dia?" Tanyanya penuh peringatan. Viktor menaikkan sebelah alisnya, ia memandang remeh pada Alex. "Kau kira hanya dirimu yang pintar? Sombong sekali. Aku juga punya informan rahasia. Tak perlu khawatir, aku tidak ingin mengacau kekasihmu. Justru kau harusnya menangkap arah pembicaraan ku ini," Jawab Viktor. "Apa yang ingin kau katakan?" "Well, aku punya dua orang anak perempuan dan satu anak laki-laki- walau bukan darah dagingku. Langsung saja, aku ingin melakukan perjodohan." Alex sontak saja terkejut. Ia bingung dengan kalimat terakhir pria itu. Viktor hanya memberinya sebuah senyuman miring dan Alex pikir pria itu serius dengan ucapannya. "Masa depan seorang anak akan ditentukan olehnya sendiri. Aku atau siapapun tak berhak mengaturnya." "Ouch, that hurts