“Terus Bu.. Ayo berjuang, sebentar lagi dedenya lahir. Kepalanya udah kelihatan Bu.” Bu Dokter memberi semangat pada Deya yang tengah bercucuran peluh dengan napas yang terasa mencekat di ujung. Deya menghirup napas dalam-dalam lalu mengembuskannya. Erlan menggenggam tangannya dan mengelap keringat yang menetes dari dahi Deya. “Ayo Dey semangat. Kamu pasti bisa.” Erlan menggenggam tangan Deya dan terus memotivasinya. Tak henti dia mengatakan “I love you” untuk mengobarkan rasa optimis di hati Deya, bahwa hingga detik ini rasa cintanya pada Deya tak berkurang sedikitpun, justru semakin bertambah. Hhhh.....argghhh.... Deya mengejan dengan sisa-sisa tenaga yang seolah terkuras. Dia mengucap “Bismillah...” lalu mengejan sekali lagi. Aarrghhhh.... Oe oe oe oe Tangis adik si kembar memba
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


