Erlan mengucap salam dengan lantang. Deya beserta si kembar menjawab salam serempak. Saat melangkah masuk ke ruang tengah, mata Erlan dikejutkan dengan ruangan yang berantakan. Lego-lego berceceran, mobil-mobilan berserakan, bahkan banyak kelereng yang bertaburan di lantai. Evan dan Ethan sedang asyik belajar mewarnai. Erlan geleng-geleng melihat ruangan yang terlihat seperti kapal pecah. Kekesalan semakin menumpuk kala pandangan Erlan menyisir pada sosok sang istri yang terlihat bersantai ria menonton acara kuliner. “Astahgfirullah Deya, ruangan berantakan banget.” Deya melirik Erlan. Rasa kecewa itu masih menggunung sejak Andani mengiriminya WA yang ia bilang salah kirim karena seharusnya Andani mengirimnya untuk Erlan. Deya tak menanggapi. “Aku emang memaklumi keremponganmu, tapi ya

