"Kakak Shanum." Langkah kaki Rafan dengan perlahan masuk ke dalam sebuah kamar. Bibirnya tersenyum amat manis dengan pandangan mencari-cari sang objek. Ia semakin masuk kedalam. "Abang Reza." Kembali Rafan menyebut nama lain. Lalu menatanya tidak sengaja menemukan sepasang kaki di balik tirai jendela kamar yang penuh dengan hiasan boneka Barbie. Ia tersenyum semakin lebar. "Aduh... Dimana ya anak-anak Papa. Kok susah sih nyari nya." Ujarnya berpura-pura kebingungan. "Padahal hari ini Mama pulang, mau ngajak jemput. Tapi,..." "Kakak disini!". Tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang anak perempuan sambil menyibak tirai yang menutupi dirinya. "Yeeyyyy... Ketemu." Rafan langsung meraih anak perempuan umur 2 tahun itu dalam gendongan. "Wait!.. where your, brother?." Tanyanya dengan b

