Thank you Abang

350 Kata
“Pasti bawa,” Kesya mendesak. “Mana?” “Lihat aja di kamar kamu,” jawab Alex tenang. “Udah abang taruh di sana. Semoga suka.” Kesya menahan senyum lebarnya, tapi tetap gagal. “Serius?” Alex mengangguk. “Serius.” Ia melangkah menjauh, mengambil kunci mobil dari meja. Kesya baru sadar Alex berjalan ke arah pintu utama. “Eh bang,” Kesya refleks memanggil. “Mau ke mana lo?” Alex menoleh sambil membuka pintu. “Abang keluar bentar. Mau nongkrong sama temen.” “Baru sampe udah keluar lagi,” Kesya manyun. Alex tersenyum tipis. “Besok kita sarapan bareng. Janji.” Kesya mengangguk. “Oke.” “Princess naik aja ke kamar, istirahat,” lanjut Alex. “Bye.” “Bye, bang,” jawab Kesya. Pintu tertutup. Rumah kembali sunyi, tapi suasana hati Kesya sudah jauh berbeda. Ia tidak menunggu lama. Kesya langsung berlari kecil ke tangga, naik ke lantai atas. Langkahnya lebih ringan dari saat ia pulang. Di depan pintu kamarnya, ia menekan tombol PIN dengan cepat. Pintu terbuka.Kesya berhenti tepat di ambang pintu. Di atas ranjangnya, tergeletak sebuah kotak oranye yang sangat ia kenal. Rapi. Elegan. Bahkan dari jarak beberapa langkah pun, jantungnya sudah berdegup lebih cepat. “Gila…” bisiknya. Ia mendekat perlahan, seolah takut itu hanya ilusi. Jemarinya menyentuh pita hitam yang terikat sempurna. Hermès. Dan bukan sembarang seri.“Bang Alex Thank you,” gumamnya sambil senyum bahagia. Ia duduk di tepi ranjang dan mulai membuka kotak itu dengan hati-hati. Lapisan demi lapisan ia singkap. Begitu tas itu akhirnya terlihat, Kesya menutup mulutnya sendiri. “Ini susah dapetnya,” katanya pelan, lebih ke diri sendiri. Matanya berbinar. Semua lelah hari itu seakan menguap begitu saja. Ia mengangkat tas itu, memperhatikan detailnya, kulitnya, jahitannya. Sempurna. Kesya tersenyum, kali ini tulus. Setelah puas mengagumi dan memotretnya sebentar, ia mengembalikan tas itu ke kotaknya dengan rapi. Kotak ia letakkan di lemari khusus, seolah benda itu pantas mendapat tempat terhormat. Kesya lalu merebahkan diri di ranjang. Tangannya menutupi wajah. lalu tangannya berpindah mengatur suhu AC agar lebih dingin. gadis cantik itu akhirnya tertidur lelap.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN