Daniel terbatuk kecil dua kali, sehingga membuat Jasmine takut bahwa dia benar-benar telah melukai Daniel dan segera bergerak turun dan meminta maaf, ”Maafkan aku, ini semua salahku. Apakah kamu baik-baik saja? Apakah ada nyeri yang kamu rasakan?” Pria itu tak tega melihat Jasmine yang begitu panik karena mengkhawatirkan dirinya. Perlahan ia menggenggam tangan Jasmine dan menggelengkan kepalanya, tatapan yang lembut dan sedikit senyum di sudut bibirnya seakan memberitahukan kepada Jasmine bahwa ia baik-baik saja. Profesor Gerald menarik nafas panjang. Ia teringat kemampuan Sierra yang sangat baik dalam memberikan penanganan pertolongan pertama pada keadaan darurat yang begitu parah, dengan fasilitas seadanya, kemudian ia melirik Jasmine yang terlihat begitu kikuk dan ceroboh. Dengan pen