Waktu sudah menunjukkan pukul satu kurang sepuluh menit, dan saat ini, aku baru saja kembali ke ruanganku, setelah menyantap makan siang bersama dengan Carissa dan Elina di penjual bakso dan mie ayam langganan mereka. Akhirnya—hari ini memutuskan untuk berangkat ke kantor, walaupun—dengan sedikit terpaksa, karena aku masih merasa tidak enak pada Arya, namun jika aku terlalu lama tidak masuk maka pekerjaanku akan kembali menumpuk, dan tentu saja aku tidak mau. Aku langsung menghentikan langkahku saat tiba di meja kerjaku, dan hendak duduk pada kursi, namun dahiku langsung mengerut, saat—tidak sengaja melihat setangkai bunga mawar berwarna biru yang berada di atas meja kerjaku. Segera aku mengambil bunga tersebut dan memperhatikannya. Tapi kini aku mulai bertanya-tanya, mengapa bunga ini

