Bab 103

1352 Kata

Lalu, tanpa menunggu lama, Dev mendekatkan wajahnya ke pipi Gauri. Menciumnya dengan lembut, tapi tidak selama ciuman pertama mereka tadi. Karena tiba-tiba ponsel Gauri yang di dalam tas berdering, Dev terkejut dari khayalannya. Gauri mengambil kesempatan itu untuk melepaskan dirinya dari Dev. Karena Dev kurang fokus, akhirnya Gauri berhasil turun dari gendongannya. Segera Gauri mengambil benda berkedip tersebut, melihat nama pemanggil, lalu menempelkannya di telinga setelah menekan tombol hijau. "Iya, Ibu?" Mendengar Gauri menyebut ibu, Dev buru-buru mendekat. [Gauri, kenapa kau belum pulang, apa ada masalah dalam pekerjaan?] Suara ibu Dev terdengar khawatir. "Aku masih di kantor ibu, jangan khawatir. Aku bersama D-" Dev langsung membekap mulut Gauri saat hampir saja namanya dis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN