"Aku ingin mengubah keputusanku," kata Dev. Wajah Gauri langsung berseri mendengar itu. "Kamu akan membiarkan aku berkarir kembali?" Melihat kehebohan Gauri, Dev jadi panik sendiri. "Bukan seperti itu." Seketika senyum Gauri pudar. "Lalu apa?" "Demi menghormati keinginan terakhir ayahmu, maka aku akan mengizinkan untuk mendirikannya." Mata Gauri melebar demi mendengar hal itu. Namun, baru saja dia hendak mengomentari, tiba-tiba kalimat Dev selanjutnya membuat dia bungkam. "Tapi kamu jangan salah paham. Meskipun aku mengizinkanmu untuk mengembangkannya, bukan berarti kamu bisa ikut berkarir di dalamnya." "Apa maksudmu?" Gauri menjadi tidak mengerti. "Dengan kata lain, kamu hanya ku izinkan untuk mengelola. Sisanya, biar orang lain yang menjadi model di sana. Tidak perlu kamu yang

