Usai memadu cinta, Dev dan Gauri masih rebahan di ranjang. Keduanya saling berhadapan, saling memandang. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka, selain mata yang menatap dan tangan yang menggenggam. Cukup lama. "Kamu ngapain sih mandang aku terus." Gauri protes saat merasa risih, lantaran tatapan itu sangat lama. "Kamu sendiri ngapain mandang aku terus?" Dev balik bertanya. "Jawab aku dong. Kok malah balik bertanya." Gauri langsung memasang wajah kesal. Wajah cemberut Gauri berhasil menarik sudut bibir Dev. "Kamu tahu, nggak? Kamu cantik banget kalau lagi marah." Kasur melesak saat Gauri berbalik ke samping. "Dasar gombal." Sebenarnya tujuan Gauri membelakangi Dev, adalah karena dia mulai merasa malu dan tersentuh dengan pujian Dev. "Aku serius." Dev mengangkat kepal

