Cassandra berdiri di antara kerumunan pelayat di pemakaman, pemakaman Tania. Tampak kedua orangtua Tania berlutut di depan pusara Tania, wajah mereka tampak sedih, ads seorang pria muda seusia Cassandra juga berlutut di depan pusara Tani, wajahnya tak kalah sedih dari kedua orangtua Tania. Cassandra sesekali menghapus air matanya dibalik kacamata hitam yang ia pakai, walau hanya sebentar mengenal Tania, Cassandra yakin wanita itu wanita yang sangat baik, masih terngiang di telinganya apa yang dikatakan Tania sebelum wanita itu menghembuskan nafas terakhirnya beberapa jam kemudian. "Case..." "Kenapa Tan, kamu butuh sesuatu?" tanya Cassandra, ia sedang bersama Tania di ruang rawat sedangkan Kavindra menyelesaikan administrasi karena Tania ingin pulang ke Jakarta. "Aku senan

