“Ka-kamu ....” Faye sontak mundur, ia menggeleng pelan. Tak percaya jika sosok yang ia sukai selama ini ternyata adalah Xander, lelaki cupu yang selalu ia tindas dulu di masa SMA. “Sayang, jangan takut. Aku tidak memiliki niat buruk,” kata Xander kemudian berdiri, lalu menghampiri Faye dengan tatapan tajam. Faye melihat sekitar, orang-orang di sana memerhatikan mereka. Ia gelisah sekaligus kebingungan, mengapa ia tidak bisa menyadari bahwa Lucas adalah Xander? Mengapa ia terlalu bodoh mempercayai seseorang yang dikenal lewat dating apps? Tunggu, lalu bagaimana dengan suara itu? Suara Xander yang berbeda jauh ketika ia menyamar sebagai Lucas. “Sayang ....” Xander menarik pinggang gadis itu, mendekapnya dengan kuat. Tatapan mereka beradu, Xander menguncinya. “Sayang ... aku sudah lama

