“Pak, ini data terbaru. Beberapa investor menerima tawaran kita, tapi ada revisi yang harus diselesaikan. Bapak ingin dilempar ke divisi lain atau fokus ke divisi saya?” Seorang karyawan dengan sopan memberi map berisi dokumen-dokumen yang harus ditinjau oleh Xander. Pria itu sedang duduk diam, menatap kosong ke arah layar laptop tanpa benar-benar mengerti isinya. Ia melamun cukup lama, seolah tenggelam dalam skenario yang diciptakan sendiri. “Pak?” Karyawan itu mengingatkan lagi, melambaikan tangan di depan wajah Xander. Ia masih bergeming, seakan pikirannya entah ada di mana meski raganya tetap di sini. “Pak Xander, apa Bapak baik-baik saja?” Satu teguran lagi dan barulah Xander menoleh cepat, lalu mengusap wajahnya. Ia linglung, menatap sekitaran yang memandangnya tidak biasa. “Ah
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


